Bahasa Korea memiliki sistem tingkatan bahasa (speech level) yang sangat berbeda dengan bahasa Indonesia. Salah satu hal yang sering membuat penasaran para pecinta drama Korea (K-Drama) dan K-Pop adalah bahasa Korea kasar atau kata-kata yang terdengar tidak sopan.
Banyak orang mendengar kata seperti 야! (Ya!), 미친놈 (Michinnom), atau 씨발 (Sibal) di drama Korea. Namun, apakah kata-kata tersebut boleh digunakan dalam percakapan sehari-hari?
Pada artikel ini kita akan membahas pengertian bahasa Korea kasar, contoh yang umum ditemukan, serta kapan kata-kata tersebut sebaiknya dihindari.
Apa Itu Bahasa Korea Kasar?
Bahasa Korea kasar adalah kata atau ungkapan yang dianggap tidak sopan, menghina, atau digunakan saat sedang marah. Dalam budaya Korea, cara berbicara sangat dipengaruhi oleh usia, jabatan, dan hubungan antar lawan bicara.
Salah menggunakan kata kasar bisa dianggap tidak menghormati orang lain.
Mengapa Bahasa Korea Memiliki Tingkatan?
Berbeda dengan bahasa Indonesia, bahasa Korea memiliki beberapa tingkat kesopanan, antara lain:
존댓말 (Jondaetmal) → Bahasa sopan
반말 (Banmal) → Bahasa informal kepada teman dekat
비속어 (Bisogeo) → Bahasa kasar atau slang yang tidak sopan
Karena itulah, orang Korea sangat memperhatikan siapa lawan bicaranya.
Contoh Bahasa Korea Kasar yang Sering Didengar
1. 바보 (Babo)
Arti: Bodoh.
Masih tergolong ringan dan kadang dipakai bercanda antar teman dekat.
Contoh:
너 바보야?
Neo baboya?
Kamu bodoh ya?
2. 멍청이 (Meongcheongi)
Arti: Orang bodoh.
Lebih kasar dibanding "babo", tetapi masih sering muncul di drama.
3. 야! (Ya!)
Arti harfiah: Hei!
Digunakan memanggil teman sebaya.
Jika digunakan kepada orang yang lebih tua atau tidak dikenal, bisa dianggap sangat tidak sopan.
4. 닥쳐 (Dakchyeo)
Arti: Diam!
Ungkapan ini termasuk kasar dan digunakan saat sedang marah.
5. 꺼져 (Kkeojeo)
Arti: Pergi sana!
Biasanya dipakai saat mengusir seseorang.
6. 미친놈 (Michinnom)
Arti harfiah: Orang gila.
Merupakan hinaan yang cukup keras.
Versi untuk perempuan:
Kata Makian yang Sangat Kasar
Beberapa kata berikut sering muncul di film atau drama bertema aksi. Meskipun banyak orang penasaran dengan artinya, kata-kata ini sangat tidak sopan dan sebaiknya tidak digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Contohnya adalah umpatan yang setara dengan makian berat dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Penggunaannya dapat menimbulkan konflik, dianggap menghina, atau membuat lawan bicara tersinggung.
Mengapa Kata Kasar Sering Muncul di Drama Korea?
Dalam film dan drama, bahasa kasar digunakan untuk:
Namun, penggunaan di layar tidak berarti kata tersebut pantas digunakan dalam kehidupan nyata.
Apakah Orang Korea Sering Menggunakan Bahasa Kasar?
Jawabannya tergantung situasi.
Biasanya bahasa kasar digunakan ketika:
Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tempat kerja atau kepada orang yang lebih tua, masyarakat Korea lebih memilih menggunakan bahasa sopan.
Kesimpulan
Bahasa Korea kasar memang sering terdengar di drama dan film, sehingga membuat banyak orang penasaran. Namun, penting untuk memahami bahwa kata-kata tersebut memiliki konteks tertentu dan tidak cocok digunakan sembarangan.
Bagi pemula, mempelajari bahasa Korea yang sopan jauh lebih bermanfaat karena dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, saat bekerja, maupun ketika berkunjung ke Korea Selatan.
Apakah semua kata kasar di drama Korea boleh diucapkan?
Tidak. Banyak di antaranya merupakan makian yang dianggap sangat tidak sopan dalam kehidupan nyata.
Apa perbedaan Banmal dan bahasa kasar?
Banmal adalah bahasa informal yang digunakan kepada teman dekat atau orang yang lebih muda. Sementara itu, bahasa kasar berisi hinaan, makian, atau ungkapan yang dapat menyinggung orang lain.
Apakah orang Korea selalu berbicara sopan?
Tidak selalu. Mereka menggunakan tingkat bahasa yang berbeda sesuai dengan usia, hubungan, dan situasi, tetapi dalam lingkungan formal umumnya menggunakan bahasa sopan.